Sabtu, 29 Oktober 2011

opini publik

1. Opini
            jika diartikan secara ringkas, opini berarti pendapat. Dalam ilmu psikologi, opini adalah ekspresi sikap. Dengan demikian opini itu sebuah aktualisasi. Cutlip dan Center pernah mengatakan bahwa opini adalah kecenderungan untuk memberikan respon terhadap sesuatu masalah atau situasi tertentu (Sastropotroe, 1987).
2. Publik
            Publik (public) sering diartikan umum. Coba bandingkan dengan kata Public dalam Public Relation (PR). PR sering disebut dengan Humas. Jadi, dengan kata lain publik dalam humas diartikan sebagai masyarakat.
        Bagi Karl Mannheim, publik ialah kesatuan yang bukan berdasarkan interaksi perseorangan, tetapi atas dasar reaksi terhadap stimuli yang sama. Reaksi ini muncul tanpa keharusan berdekatan dengan anggota publik itu secara fisik antara yang satu dengan yang lain.
            Publik memiliki beberapa keistimewaan, yaitu:
A. Punya tujuan tertentu atau maksud tertentu
B. Integrasi mereka menyerupai sejenis organisasi primer dimana terdapat keteraturan waktu dan tingkah laku.
C. Anggota publik memainkan peran tertentu seperti sebagai penonton/pendengar, atau pembaca.
            Sedangkan Herbert Blumer, berpendapat bahwa publik adalah sekelompok orang yang tertarik pada suatu isu dan terbagi-bagi pikirannya dalam menghadapi isu tersebut dan berusaha lagi untuk mengatasinya. Kingsley Davis menggarisbawahi bahwa publik itu kelompok yang tidak merupakan kesatuan, interaksi terjadi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi, tingkah laku publik didasarkan pada tingkah laku individu (Sastropoetro, 1987).
            Dengan demikian, publik dalam hal ini bisa diartikan sebagai :
A. Sekelompok individu yang tidak terorganisir
B. Kelompok itu tidak berkumpul di satu tempat, tetapi menyebar, dan tidak membentuk kesatuan.
C. Mempunyai interes sama terhadap suatu persoalan.
D. Melakukan kontak stau dengan yang lainnya.
E. Ada stimulia yang memungkinkan terciptanya publik.
F. Biasanya tidak saling kenal satu sama lain. 
3. Opini Publik
            Opini publik adalah kelompok yang tidak terorganisir serta menyebar diberbagai tempat dengan disatukan oleh suatu isu tertentu dengan saling mengadakan kontak satu sama lain dan biasanya melalui media massa.

Proses Terbentuknya Opini Publik.
        Timbulnya opini publik meliputi dua sebab, yaitu direncanakan atau tidak direncanakan. Sebuah opini yang tidak direncanakan kemunculannya dikeluarkan karena memang tidak mempunyai tujuan dan target tertentu. Sedangkan opini yang direncanakan maka keorganisasian, media, target tertentu yang menjadi sasaran akan menjadi jelas.

  1. Syarat Terbentuknya Opini Publik
    1. Jackson Baur, seorang pakar pendapat umum berkebangsaan Amerika, mengemukakan bahwa proses pembentukan pendapat melaui tujuh langkah, yakni: Timbulnya kerisauan dikalangan anggota masyarakat menegnai suatu maslah, dan mencoba menghubungkan pendpat pendpat tersebut dari berbagai sumber.
    2. Timbunya gagasan penyelesaian yang dikemukakan oleh kelompok kelompok masyarakat yang menaruh perhatian pada masalah tersebut, atau public pemerhati
    3. Munculnya kelompok baru denagn mengajukan pendapat yang bertentenangan lewat lembaga formal seperti organisasi atau partai
    4. Kelompok penentang mulai menyatu dan mencari dukungan dari luar
    5. Melalui pembicaraan dan perdebatan yang controversial inilah pendapat umum muncul
    6. Efek pendapat umum apabila kelompok – kelompok tersebut mulai melakukan himabuan agar pemerintah atau lembaga yang berkenaan mengambil tindakan tegas
    7. Akhirnya pihak yang merasa bewenang mengambil tindakan dan membuat keputusan keputusan yang pantas
  1. Proses Pembentukan Opini Publik
    1. Latar belakang sejarah. Latar belakang sejarah biasanya hanya memengaruhi sifat sifat social dan psikologis seseorang
    2. Faktor biologis. Faktor biologis seperti gender, menunjukan sikap yang berbeda dalam banyak hal.
    3. Faktor Sosial. Kedudukan sesorang dalam masyarakat member banyak pengaruh pada sikap dan pendapatnya.
    4. Fator psikologis. Wakat seseorang memengaruhi sikap dan pendapatnya dalam terhadap terhadap suatu isu.
    5. Isu dan situasi . Isu dan situasi turut memengaruhi sikap dan pendapat sesorang
    6. Sikap. Sikap biasanya diartikan kecendrungan sesorang untuk berfikir, bersuara, atau bertindak terhadap suatu isu.
    7. Pendapat. Pendapat yang dianyatakan seseorang biasanya berdasarkan sikapnya, lalu sikap tersebut menjelma menjadi pendapat umum.


Kekuatan Opini Publik
1. Menjadi hukum sosial
2. Melanggengkan atau menghapus nilai dan norma kemasyarakatan.
3. Mengancam karir politik seseorang.
4. Mempertahankan atau menghancurkan sebuah organisasi atau institusi.

Membuat Opini Publik, Merengkuh Target Politik
        Menurut Ferdinand Tonnies dalam bukunya Die Offentlichen Meinung, opini publik muncul dalam tiga tahap, yaitu :
1. Die luftartigen position, yaitu opini publik muncul masih dalam keadaan sembrawut, seperti angin dimana masing-masing mengemukakan pendapatnya berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan faktor lainnya.
2. Die fleissigen position, yaitu tahap opini publik yang menunjukkan sudah ada pembicaraan dan dapat dianggap bahwa perbedaan pendapat sudah mulai mengumpul kearah tertentu dan jelas
3. Die festigen position, menunjukkan bahwa pembicaraan dan diskusi telah mantap dan suatu pendapat tersebut telah terbentuk dan siap untuk dinyatakan.
        Sebuah opini terbentuk memang ada syarat-syarat khusus, siapa, dimana, dan kapan saja bisa dimunculkan. Tentunya dalam posisi ini opini publik sangat berperan didalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat.
        Sebuah opini dinyatakan benar manakala sudah tercapai suatu kesepakatan umum tentang kebenaran dari sebuah opini. Sedangkan untuk mencapai suatu kesepakatan tersebut membutuhkan sebuah proses atau tahapan-tahapan.
        Pendapat Tonnies bisa dijadikan pisau analisis dalam masalah ini. Individu atau kelompok jelas menpunyai kepentingan tertentu. Untuk mewujudkan kepentingan tersebut, ia membutuhkan dukungan dari pihak lain. Dalam posisi ini, opini publik diperlukan. Ia sengaja dimunculkan untuk mempengaruhi pendapat khalayak. 

Hubungan Opini Publik dengan Propaganda
        Hubungan opini publik dan propaganda sangatlah erat sekali dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Laswell (1927) pernah mengatakan bahwa propaganda semata-mata adalah kontrol opini. Ini artinya, suatu propaganda dilakukan untuk mempengaruhi dan mengontrol opini pihak yang menjadi sasaran propaganda.
        Misanya, propagandis mempropagandakan bahwa demi keadilan dan kebenaran maka demokrasi harus ditegakkan. Awal kegiatan yang dilakukan jelas mempersiapkan opini terlebuh dahulu dan kemudian dilontarkan untuk mempengaruhi opini publik. Jika opini publik sudah terbentuk secara baik bahwa memang perlu ditegakkan demokrasi itu baru kemudian akan akan terpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakatnya.
        Dengan demikian, opini publik bisa dikatakan menjadi perantara perubahan sikap dan tingkah laku sasaran propagandis. Dengan kata lain pula, opini publik menjadi alat yang baik dalam mewujudkan propaganda. Propaganda bertujuan untuk mempengaruhi opini publik. Perkembangan selanjutnya, opini publik yang sudah terbentuk untuk mendukung tujuan propaganda itu sendiri.

        Dalam hal ini bisa dikatakan, opini publik merupakan alat yang dijadikan perantara propaganda. Namun begitu, propaganda juga bisa dijadikan sasaran antara opini publik. Ini didasarkan pada asumsi bahwa propaganda dimulai terlebih dahulu dengan menyiapkan seperangkat apa yang akan dinyatakan. Dan apa yang dinyatakan ini adalah opini. Tetapi dalam hal ini belum dianggap sebagai opini publik. Jadi, dimulai dengan sebuah opini, dipropagandakan, menjadi opini publik dan perubahan sikap dan perilaku sasaran propaganda.


Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.
Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul, komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya. Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme alat kontrol sosial



 apa manfaat bagi pemerintah, politis dan perusahaan??
Misalnya sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa saat lalu, para elit politik yang duduk di jajaran pemerintahan akan mencoba melihat opini masyarakat mengenai isu tersebut dengan mengangkat isu yang bersangkutan melalui media. Reaksi yang diberikan oleh masyarakat kemudian akan menjadi bahan acuan bagi para elit politik untuk melanjutkan, membatalkan, atau menunda suatu keputusan.
Di sinilah terlihat manfaat penting kajian opini publik untuk kajian komunikasi massa.


Sebutkan Perbedaan antara liberallisme dan authoritarian

Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.

 Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.[1]
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. [2] Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.[2]
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas


pengalaman memberikan oergeseran yg terjadi di op , sebutkan beberapa faktor tersebut.
Pendidikan
Pendidikan, baik formal maupun non formal, banyak mempengaruhi dan membentuk persepsi seseorang. Orang berpendidikan cukup, memiliki sikap yang lebih mandiri ketimbang kelompok yang kurang berpendidikan. Yang terakhir cenderung mengikut.
Kondisi Sosial
Masyarakat yang terdiri dari kelompok tertutup akan memiliki pendapat yang lebih sempit daripada kelompok masyarakat terbuka. Dalam masyarakat tertutup, komunikasi dengan luar sulit dilakukan.
Kondisi Ekonomi
Masyarakat yang kebutuhan minimumnya terpenuhi dan masalah survive bukan lagi merupakan bahaya yang mengancam, adalah masyarakat yang tenang dan demokratis.
Ideologi
Ideologi adalah hasil kristalisasi nilai yang ada dalam masyarakat. Ia juga merupakan pemikiran khas suatu kelompok. Karena titik tolaknya adalah kepentingan ego, maka ideologi cenderung mengarah pada egoisme atau kelompokisme.
Organisasi
Dalam organisasi orang berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai ragam kepentingan. Dalam organisasi orang dapat menyalurkan pendapat dan keinginannya. Karena dalam kelompok ini orang cenderung bersedia menyamakan pendapatnya, maka pendapat umum mudah terbentuk.
Media Massa
Persepsi masyarakat dapat dibentuk oleh media massa. Media massa dapat membentuk pendapat umum dengan cara pemberitaan yang sensasional dan berkesinambungan.

apa yg di sebut dengan kelompok tidAK teratur dan kelompok teratur
  1. Kelompok yang kerja samanya erat, seperti keluarga dan rukun tetangga.
  2. Kelompok yang saling kenal-mengenal yang menekankan kepada sifat hubungan antarpribadi, seperti simpati, kerja sama, dan sopan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar