a. Motivasi
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup kuat mendesak untuk
mengarah seseorang agar dapat mencari pemuasan terhadap kebutuhan
itu.
b. Persepsi
Seseorang yang termotivasi siap untuk melakukan suatu perbuatan.
Bagaimana seseorang yang termotivasi berbuat sesuatu adalah
dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya.
c. Belajar
Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu
yang bersumber dari pengalaman. Kebanyakan perilaku manusia
diperoleh dengan mempelajarinya.
d. Kepercayaan dan Sikap
Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan
sikap selanjutnya mempengaruhi tingkah laku pembelian
Menurut Rot Zoill melalui Rendra Widyatama (2005:147) menjabarkan fungsi iklan dalam empat fungsi. Keempat fungsi tersebut akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Fungsi Precipitation
Iklan berfungsi untuk mempercepat berubahnya suatu kondisi dari keadaan yang semula tidak dapat mengambil keputusan menjadi dapat mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah meningkatkan permintaan, menciptakan kesadaran dan pengetahuan tentang sebuah produk.
b. Fungsi Persuasion
Iklan berfungsi untuk membangkitkan khalayak sesuai pesan yang diiklankan. Hal ini meliputi daya tarik emosi, menyampaikan informasi tentang ciri suatu produk, dan membujuk konsumen untuk membeli.
c. Fungsi Reinforcement (meneguhkan sikap)
Iklan mampu meneguhkan keputusan yang telah diambil oleh khalayak.
d. Fungsi Reminder
Iklan mampu mengingatkan dan semakin meneguhkan terhadap produk yang diiklankan.
Sabtu, 29 Oktober 2011
opini publik
1. Opini
jika diartikan secara ringkas, opini berarti pendapat. Dalam ilmu psikologi, opini adalah ekspresi sikap. Dengan demikian opini itu sebuah aktualisasi. Cutlip dan Center pernah mengatakan bahwa opini adalah kecenderungan untuk memberikan respon terhadap sesuatu masalah atau situasi tertentu (Sastropotroe, 1987).
2. Publik
Publik (public) sering diartikan umum. Coba bandingkan dengan kata Public dalam Public Relation (PR). PR sering disebut dengan Humas. Jadi, dengan kata lain publik dalam humas diartikan sebagai masyarakat.
Bagi Karl Mannheim, publik ialah kesatuan yang bukan berdasarkan interaksi perseorangan, tetapi atas dasar reaksi terhadap stimuli yang sama. Reaksi ini muncul tanpa keharusan berdekatan dengan anggota publik itu secara fisik antara yang satu dengan yang lain.
Publik memiliki beberapa keistimewaan, yaitu:
A. Punya tujuan tertentu atau maksud tertentu
B. Integrasi mereka menyerupai sejenis organisasi primer dimana terdapat keteraturan waktu dan tingkah laku.
C. Anggota publik memainkan peran tertentu seperti sebagai penonton/pendengar, atau pembaca.
Sedangkan Herbert Blumer, berpendapat bahwa publik adalah sekelompok orang yang tertarik pada suatu isu dan terbagi-bagi pikirannya dalam menghadapi isu tersebut dan berusaha lagi untuk mengatasinya. Kingsley Davis menggarisbawahi bahwa publik itu kelompok yang tidak merupakan kesatuan, interaksi terjadi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi, tingkah laku publik didasarkan pada tingkah laku individu (Sastropoetro, 1987).
Dengan demikian, publik dalam hal ini bisa diartikan sebagai :
A. Sekelompok individu yang tidak terorganisir
B. Kelompok itu tidak berkumpul di satu tempat, tetapi menyebar, dan tidak membentuk kesatuan.
C. Mempunyai interes sama terhadap suatu persoalan.
D. Melakukan kontak stau dengan yang lainnya.
E. Ada stimulia yang memungkinkan terciptanya publik.
F. Biasanya tidak saling kenal satu sama lain.
3. Opini Publik
Opini publik adalah kelompok yang tidak terorganisir serta menyebar diberbagai tempat dengan disatukan oleh suatu isu tertentu dengan saling mengadakan kontak satu sama lain dan biasanya melalui media massa.
Proses Terbentuknya Opini Publik.
Timbulnya opini publik meliputi dua sebab, yaitu direncanakan atau tidak direncanakan. Sebuah opini yang tidak direncanakan kemunculannya dikeluarkan karena memang tidak mempunyai tujuan dan target tertentu. Sedangkan opini yang direncanakan maka keorganisasian, media, target tertentu yang menjadi sasaran akan menjadi jelas.
Kekuatan Opini Publik
1. Menjadi hukum sosial
2. Melanggengkan atau menghapus nilai dan norma kemasyarakatan.
3. Mengancam karir politik seseorang.
4. Mempertahankan atau menghancurkan sebuah organisasi atau institusi.
Membuat Opini Publik, Merengkuh Target Politik
Menurut Ferdinand Tonnies dalam bukunya Die Offentlichen Meinung, opini publik muncul dalam tiga tahap, yaitu :
1. Die luftartigen position, yaitu opini publik muncul masih dalam keadaan sembrawut, seperti angin dimana masing-masing mengemukakan pendapatnya berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan faktor lainnya.
2. Die fleissigen position, yaitu tahap opini publik yang menunjukkan sudah ada pembicaraan dan dapat dianggap bahwa perbedaan pendapat sudah mulai mengumpul kearah tertentu dan jelas
3. Die festigen position, menunjukkan bahwa pembicaraan dan diskusi telah mantap dan suatu pendapat tersebut telah terbentuk dan siap untuk dinyatakan.
Sebuah opini terbentuk memang ada syarat-syarat khusus, siapa, dimana, dan kapan saja bisa dimunculkan. Tentunya dalam posisi ini opini publik sangat berperan didalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat.
Sebuah opini dinyatakan benar manakala sudah tercapai suatu kesepakatan umum tentang kebenaran dari sebuah opini. Sedangkan untuk mencapai suatu kesepakatan tersebut membutuhkan sebuah proses atau tahapan-tahapan.
Pendapat Tonnies bisa dijadikan pisau analisis dalam masalah ini. Individu atau kelompok jelas menpunyai kepentingan tertentu. Untuk mewujudkan kepentingan tersebut, ia membutuhkan dukungan dari pihak lain. Dalam posisi ini, opini publik diperlukan. Ia sengaja dimunculkan untuk mempengaruhi pendapat khalayak.
Hubungan Opini Publik dengan Propaganda
Hubungan opini publik dan propaganda sangatlah erat sekali dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Laswell (1927) pernah mengatakan bahwa propaganda semata-mata adalah kontrol opini. Ini artinya, suatu propaganda dilakukan untuk mempengaruhi dan mengontrol opini pihak yang menjadi sasaran propaganda.
Misanya, propagandis mempropagandakan bahwa demi keadilan dan kebenaran maka demokrasi harus ditegakkan. Awal kegiatan yang dilakukan jelas mempersiapkan opini terlebuh dahulu dan kemudian dilontarkan untuk mempengaruhi opini publik. Jika opini publik sudah terbentuk secara baik bahwa memang perlu ditegakkan demokrasi itu baru kemudian akan akan terpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakatnya.
Dengan demikian, opini publik bisa dikatakan menjadi perantara perubahan sikap dan tingkah laku sasaran propagandis. Dengan kata lain pula, opini publik menjadi alat yang baik dalam mewujudkan propaganda. Propaganda bertujuan untuk mempengaruhi opini publik. Perkembangan selanjutnya, opini publik yang sudah terbentuk untuk mendukung tujuan propaganda itu sendiri.
Dalam hal ini bisa dikatakan, opini publik merupakan alat yang dijadikan perantara propaganda. Namun begitu, propaganda juga bisa dijadikan sasaran antara opini publik. Ini didasarkan pada asumsi bahwa propaganda dimulai terlebih dahulu dengan menyiapkan seperangkat apa yang akan dinyatakan. Dan apa yang dinyatakan ini adalah opini. Tetapi dalam hal ini belum dianggap sebagai opini publik. Jadi, dimulai dengan sebuah opini, dipropagandakan, menjadi opini publik dan perubahan sikap dan perilaku sasaran propaganda.
Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.
Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul, komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya. Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme alat kontrol sosial
apa manfaat bagi pemerintah, politis dan perusahaan??
Misalnya sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa saat lalu, para elit politik yang duduk di jajaran pemerintahan akan mencoba melihat opini masyarakat mengenai isu tersebut dengan mengangkat isu yang bersangkutan melalui media. Reaksi yang diberikan oleh masyarakat kemudian akan menjadi bahan acuan bagi para elit politik untuk melanjutkan, membatalkan, atau menunda suatu keputusan.
Di sinilah terlihat manfaat penting kajian opini publik untuk kajian komunikasi massa.
Sebutkan Perbedaan antara liberallisme dan authoritarian
Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.
Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.[1]
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. [2] Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.[2]
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas
pengalaman memberikan oergeseran yg terjadi di op , sebutkan beberapa faktor tersebut.
Pendidikan
Pendidikan, baik formal maupun non formal, banyak mempengaruhi dan membentuk persepsi seseorang. Orang berpendidikan cukup, memiliki sikap yang lebih mandiri ketimbang kelompok yang kurang berpendidikan. Yang terakhir cenderung mengikut.
Kondisi Sosial
Masyarakat yang terdiri dari kelompok tertutup akan memiliki pendapat yang lebih sempit daripada kelompok masyarakat terbuka. Dalam masyarakat tertutup, komunikasi dengan luar sulit dilakukan.
Kondisi Ekonomi
Masyarakat yang kebutuhan minimumnya terpenuhi dan masalah survive bukan lagi merupakan bahaya yang mengancam, adalah masyarakat yang tenang dan demokratis.
Ideologi
Ideologi adalah hasil kristalisasi nilai yang ada dalam masyarakat. Ia juga merupakan pemikiran khas suatu kelompok. Karena titik tolaknya adalah kepentingan ego, maka ideologi cenderung mengarah pada egoisme atau kelompokisme.
Organisasi
Dalam organisasi orang berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai ragam kepentingan. Dalam organisasi orang dapat menyalurkan pendapat dan keinginannya. Karena dalam kelompok ini orang cenderung bersedia menyamakan pendapatnya, maka pendapat umum mudah terbentuk.
Media Massa
Persepsi masyarakat dapat dibentuk oleh media massa. Media massa dapat membentuk pendapat umum dengan cara pemberitaan yang sensasional dan berkesinambungan.
apa yg di sebut dengan kelompok tidAK teratur dan kelompok teratur
jika diartikan secara ringkas, opini berarti pendapat. Dalam ilmu psikologi, opini adalah ekspresi sikap. Dengan demikian opini itu sebuah aktualisasi. Cutlip dan Center pernah mengatakan bahwa opini adalah kecenderungan untuk memberikan respon terhadap sesuatu masalah atau situasi tertentu (Sastropotroe, 1987).
2. Publik
Publik (public) sering diartikan umum. Coba bandingkan dengan kata Public dalam Public Relation (PR). PR sering disebut dengan Humas. Jadi, dengan kata lain publik dalam humas diartikan sebagai masyarakat.
Bagi Karl Mannheim, publik ialah kesatuan yang bukan berdasarkan interaksi perseorangan, tetapi atas dasar reaksi terhadap stimuli yang sama. Reaksi ini muncul tanpa keharusan berdekatan dengan anggota publik itu secara fisik antara yang satu dengan yang lain.
Publik memiliki beberapa keistimewaan, yaitu:
A. Punya tujuan tertentu atau maksud tertentu
B. Integrasi mereka menyerupai sejenis organisasi primer dimana terdapat keteraturan waktu dan tingkah laku.
C. Anggota publik memainkan peran tertentu seperti sebagai penonton/pendengar, atau pembaca.
Sedangkan Herbert Blumer, berpendapat bahwa publik adalah sekelompok orang yang tertarik pada suatu isu dan terbagi-bagi pikirannya dalam menghadapi isu tersebut dan berusaha lagi untuk mengatasinya. Kingsley Davis menggarisbawahi bahwa publik itu kelompok yang tidak merupakan kesatuan, interaksi terjadi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi, tingkah laku publik didasarkan pada tingkah laku individu (Sastropoetro, 1987).
Dengan demikian, publik dalam hal ini bisa diartikan sebagai :
A. Sekelompok individu yang tidak terorganisir
B. Kelompok itu tidak berkumpul di satu tempat, tetapi menyebar, dan tidak membentuk kesatuan.
C. Mempunyai interes sama terhadap suatu persoalan.
D. Melakukan kontak stau dengan yang lainnya.
E. Ada stimulia yang memungkinkan terciptanya publik.
F. Biasanya tidak saling kenal satu sama lain.
3. Opini Publik
Opini publik adalah kelompok yang tidak terorganisir serta menyebar diberbagai tempat dengan disatukan oleh suatu isu tertentu dengan saling mengadakan kontak satu sama lain dan biasanya melalui media massa.
Proses Terbentuknya Opini Publik.
Timbulnya opini publik meliputi dua sebab, yaitu direncanakan atau tidak direncanakan. Sebuah opini yang tidak direncanakan kemunculannya dikeluarkan karena memang tidak mempunyai tujuan dan target tertentu. Sedangkan opini yang direncanakan maka keorganisasian, media, target tertentu yang menjadi sasaran akan menjadi jelas.
- Syarat Terbentuknya Opini Publik
- Jackson Baur, seorang pakar pendapat umum berkebangsaan Amerika, mengemukakan bahwa proses pembentukan pendapat melaui tujuh langkah, yakni: Timbulnya kerisauan dikalangan anggota masyarakat menegnai suatu maslah, dan mencoba menghubungkan pendpat pendpat tersebut dari berbagai sumber.
- Timbunya gagasan penyelesaian yang dikemukakan oleh kelompok kelompok masyarakat yang menaruh perhatian pada masalah tersebut, atau public pemerhati
- Munculnya kelompok baru denagn mengajukan pendapat yang bertentenangan lewat lembaga formal seperti organisasi atau partai
- Kelompok penentang mulai menyatu dan mencari dukungan dari luar
- Melalui pembicaraan dan perdebatan yang controversial inilah pendapat umum muncul
- Efek pendapat umum apabila kelompok – kelompok tersebut mulai melakukan himabuan agar pemerintah atau lembaga yang berkenaan mengambil tindakan tegas
- Akhirnya pihak yang merasa bewenang mengambil tindakan dan membuat keputusan keputusan yang pantas
- Proses Pembentukan Opini Publik
- Latar belakang sejarah. Latar belakang sejarah biasanya hanya memengaruhi sifat sifat social dan psikologis seseorang
- Faktor biologis. Faktor biologis seperti gender, menunjukan sikap yang berbeda dalam banyak hal.
- Faktor Sosial. Kedudukan sesorang dalam masyarakat member banyak pengaruh pada sikap dan pendapatnya.
- Fator psikologis. Wakat seseorang memengaruhi sikap dan pendapatnya dalam terhadap terhadap suatu isu.
- Isu dan situasi . Isu dan situasi turut memengaruhi sikap dan pendapat sesorang
- Sikap. Sikap biasanya diartikan kecendrungan sesorang untuk berfikir, bersuara, atau bertindak terhadap suatu isu.
- Pendapat. Pendapat yang dianyatakan seseorang biasanya berdasarkan sikapnya, lalu sikap tersebut menjelma menjadi pendapat umum.
Kekuatan Opini Publik
1. Menjadi hukum sosial
2. Melanggengkan atau menghapus nilai dan norma kemasyarakatan.
3. Mengancam karir politik seseorang.
4. Mempertahankan atau menghancurkan sebuah organisasi atau institusi.
Membuat Opini Publik, Merengkuh Target Politik
Menurut Ferdinand Tonnies dalam bukunya Die Offentlichen Meinung, opini publik muncul dalam tiga tahap, yaitu :
1. Die luftartigen position, yaitu opini publik muncul masih dalam keadaan sembrawut, seperti angin dimana masing-masing mengemukakan pendapatnya berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan faktor lainnya.
2. Die fleissigen position, yaitu tahap opini publik yang menunjukkan sudah ada pembicaraan dan dapat dianggap bahwa perbedaan pendapat sudah mulai mengumpul kearah tertentu dan jelas
3. Die festigen position, menunjukkan bahwa pembicaraan dan diskusi telah mantap dan suatu pendapat tersebut telah terbentuk dan siap untuk dinyatakan.
Sebuah opini terbentuk memang ada syarat-syarat khusus, siapa, dimana, dan kapan saja bisa dimunculkan. Tentunya dalam posisi ini opini publik sangat berperan didalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat.
Sebuah opini dinyatakan benar manakala sudah tercapai suatu kesepakatan umum tentang kebenaran dari sebuah opini. Sedangkan untuk mencapai suatu kesepakatan tersebut membutuhkan sebuah proses atau tahapan-tahapan.
Pendapat Tonnies bisa dijadikan pisau analisis dalam masalah ini. Individu atau kelompok jelas menpunyai kepentingan tertentu. Untuk mewujudkan kepentingan tersebut, ia membutuhkan dukungan dari pihak lain. Dalam posisi ini, opini publik diperlukan. Ia sengaja dimunculkan untuk mempengaruhi pendapat khalayak.
Hubungan Opini Publik dengan Propaganda
Hubungan opini publik dan propaganda sangatlah erat sekali dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Laswell (1927) pernah mengatakan bahwa propaganda semata-mata adalah kontrol opini. Ini artinya, suatu propaganda dilakukan untuk mempengaruhi dan mengontrol opini pihak yang menjadi sasaran propaganda.
Misanya, propagandis mempropagandakan bahwa demi keadilan dan kebenaran maka demokrasi harus ditegakkan. Awal kegiatan yang dilakukan jelas mempersiapkan opini terlebuh dahulu dan kemudian dilontarkan untuk mempengaruhi opini publik. Jika opini publik sudah terbentuk secara baik bahwa memang perlu ditegakkan demokrasi itu baru kemudian akan akan terpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakatnya.
Dengan demikian, opini publik bisa dikatakan menjadi perantara perubahan sikap dan tingkah laku sasaran propagandis. Dengan kata lain pula, opini publik menjadi alat yang baik dalam mewujudkan propaganda. Propaganda bertujuan untuk mempengaruhi opini publik. Perkembangan selanjutnya, opini publik yang sudah terbentuk untuk mendukung tujuan propaganda itu sendiri.
Dalam hal ini bisa dikatakan, opini publik merupakan alat yang dijadikan perantara propaganda. Namun begitu, propaganda juga bisa dijadikan sasaran antara opini publik. Ini didasarkan pada asumsi bahwa propaganda dimulai terlebih dahulu dengan menyiapkan seperangkat apa yang akan dinyatakan. Dan apa yang dinyatakan ini adalah opini. Tetapi dalam hal ini belum dianggap sebagai opini publik. Jadi, dimulai dengan sebuah opini, dipropagandakan, menjadi opini publik dan perubahan sikap dan perilaku sasaran propaganda.
Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.
Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul, komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya. Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme alat kontrol sosial
apa manfaat bagi pemerintah, politis dan perusahaan??
Misalnya sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa saat lalu, para elit politik yang duduk di jajaran pemerintahan akan mencoba melihat opini masyarakat mengenai isu tersebut dengan mengangkat isu yang bersangkutan melalui media. Reaksi yang diberikan oleh masyarakat kemudian akan menjadi bahan acuan bagi para elit politik untuk melanjutkan, membatalkan, atau menunda suatu keputusan.
Di sinilah terlihat manfaat penting kajian opini publik untuk kajian komunikasi massa.
Sebutkan Perbedaan antara liberallisme dan authoritarian
Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.
Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.[1]
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. [2] Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.[2]
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas
pengalaman memberikan oergeseran yg terjadi di op , sebutkan beberapa faktor tersebut.
Pendidikan
Pendidikan, baik formal maupun non formal, banyak mempengaruhi dan membentuk persepsi seseorang. Orang berpendidikan cukup, memiliki sikap yang lebih mandiri ketimbang kelompok yang kurang berpendidikan. Yang terakhir cenderung mengikut.
Kondisi Sosial
Masyarakat yang terdiri dari kelompok tertutup akan memiliki pendapat yang lebih sempit daripada kelompok masyarakat terbuka. Dalam masyarakat tertutup, komunikasi dengan luar sulit dilakukan.
Kondisi Ekonomi
Masyarakat yang kebutuhan minimumnya terpenuhi dan masalah survive bukan lagi merupakan bahaya yang mengancam, adalah masyarakat yang tenang dan demokratis.
Ideologi
Ideologi adalah hasil kristalisasi nilai yang ada dalam masyarakat. Ia juga merupakan pemikiran khas suatu kelompok. Karena titik tolaknya adalah kepentingan ego, maka ideologi cenderung mengarah pada egoisme atau kelompokisme.
Organisasi
Dalam organisasi orang berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai ragam kepentingan. Dalam organisasi orang dapat menyalurkan pendapat dan keinginannya. Karena dalam kelompok ini orang cenderung bersedia menyamakan pendapatnya, maka pendapat umum mudah terbentuk.
Media Massa
Persepsi masyarakat dapat dibentuk oleh media massa. Media massa dapat membentuk pendapat umum dengan cara pemberitaan yang sensasional dan berkesinambungan.
apa yg di sebut dengan kelompok tidAK teratur dan kelompok teratur
- Kelompok yang kerja samanya erat, seperti keluarga dan rukun tetangga.
- Kelompok yang saling kenal-mengenal yang menekankan kepada sifat hubungan antarpribadi, seperti simpati, kerja sama, dan sopan.
Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan di Indonesia dan Perguruan Tinggi
- Pentingnya pendidikan kewirausahaan di inodnesia
Pendidikan kewirausahaan sedang tumbuh dan berkembang menjadi bidang yang diminati di bebagai universitas, sekolah-sekolah bisnis, komunitas pergurua tinggi dan sekolah-sekolah umum baik di dalam maupun di luar negeri. Dimana-mana tumbuh menjamur lembaga-lembaga pendidikan kewirausahaan , baik yang berbentuk kursus-kursus pendek, program diploma, hingga masuk kurikulum sekolah menengah maupun perguruan tinggi.
Pada era sekarang ini, dibutuhkan para entrepreneur yang mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang di kawasan pasar bebas yang akan di mulai tahun 2020 untuk wilayah asia pasifik (syafie,1999) dalam menghadapi situasi yang sarat kompetisi ini, manusia mempunyai kemampuan menegerial dan entrepreneurial serta kemampuan yang bisa di pakai untuk menolong diri sendiri, manusia yang berkarakter kuat dan mandiri, sangat di perlukan. entrepreneur adalah seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas, yang sebagian besar mereka adalah pendorong perubahan, inovasi kemajuan dan perekonomian yang akan datang, orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk mengambil resiko dan mempercepat pertumbuhan ekonomi ( Longgenecker, Moore,&Petty,20101)
Berkaitan dengan pentingnya masalah kewirausahaan bagi perbaikan perekonomian negara, pemerintah telah mengeluarkan Intruksi Presiden R.I Nomor 4, tahun 1995 tentang “ gerakan nasional memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan” kemudian inpres ini ditindaklanjuti oleh depdiknas dengan di luncurkannya program pengembangan kewirausahan ini dlaam paket-paket pendidikan dan kegiatan bagi siswa SMK dan mahasiswa. Perogram ini merupakan bentuk dari kepedulian pemerintah dan depdiknas terhadap masih tingginya tingkat pengangguran dikalangan terdidik khususnya lulusan SMK dan perguruan tinggi, serta dalam rangka menjawab tantangan global. Pemerintah melalaui departemen koperasi dan UKM juga telah mencanangkan program “Getuk Nasional” (Gerakan Tunas Kewirausahaan Nasional) untuk pelajar SMA dan mahasiswa. Program ini merupakan gerakan penanaman jiwa kewirausahaan secara dini kepada siswa–siswa kita khususnya dan masyarakat pemula yang akan melakukan kegitaan wirausaha (menkop dan UKM, suyadrama Ali,Republika,sabtu 15maret 2008).
Dinegara-negara maju pendidikan kewirausahaan populer karena 5 alasan (charney & libecap.2000) yaitu
- Pembuatan rencana usaha mengarahkan mahasiswa menggabungkan akutansi, ekonomi, keuangan,pemasaran dan disiplin bisnis lainnya. Sehingga menjadikan pengalaman pendidikan yang terpadu dan memperkaya
- Pendidikan kewirausahaan dapat mepromosikan pendirian usaha baru oleh lulusan atau untuk memperkuat prospek penerimaa kerja dan keberhasilan lulusan di pasar tenaga kerja
- Pendidikan kewirausahaan dapat mempromosikan transfer teknologi dari perguruan tinggi ke pasar melalui pengembangan rencana usaha yang bebasis teknologi
- Pendidikan kewirausahaan menciptakan hubungan antara komunitas bisnis dan komunitas perguruan tinggi. Pendidikan kewirausahaan dipandang oleh pemimpin usaha sebagai aplikasi pendekatan yang bermanfaat untuk belajar bisnis dan ekonomi, dan mereka telah mebuka diri bersedia mendanai program kewirausahaan serta menyediakan tempat untuk magang
- Karena tidak ada yang baku untuk pendidikan kewirausahaan ini, dan kewirausahaan berada di luar batas disiplin ilmu yang tradisional, maka memungkin kan untuk malakukan percobaan–percobaan dalam kurikulumnya.
Selain jumlah jam pertemuan per minggu yang terbatas yang perlu dipertanyakan, apakah tujuan pengajaran/pendidikan telah dirumuskan sesuai dengan karakteristik kewirausahaan yang dijadikan salah satu mata kuliah, sesuaikah dengan kaidah dari konsep tujuan pendidikan yang dianut. Bagaimanakah rancangan bentuk kegiatan pembelajarannya, serta evaluasi pengajaran yang akan diterapkan? Di samping itu bagaimana komitmen perguruan tinggi yang bersangkutan untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan ini? Terakhir bagaimana keterlibatan pemerintah dalam upaya ini serta program apa saja yang telah dilakukan? Banyak pertanyaan dapat diajukan dari berbagai sudut penilaian, namun tulisan ini akan membatasi pada pembahasan masalah yang berkaitan dengan perumusan tujuan pendidikan, rancangan serta kandungan aktivitas pembelajaran dari pendidikan kewirausahaan.
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas pengembangan pendidikan kewirausahaan di indonesia sangat penting dilakukan dalam rangka menderdaskadan mensejahterakan masyarakat dan bangsa indoneisa.
- 1. Pentingnya Pengembangan Kewirausahaan dan Pendidikan Kewirausahaan bagi Bangsa Indonesia
Bagaimana pentingnya pengembangan kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan bagi bangsaIndonesia kiranya dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Indonesia di awal abad 21 dilihat dari segi jumlah penduduk telah menjadi negara terbesar kelima di dunia, dengan sebagian besar penduduknya adalah angkatan kerja, dan sebagian dari jumlah itu adalah tenaga muda alumni Perguruan Tinggi. Jumlah penduduk yang besar tersebut bisa saja merupakan potensi apabila berkualitas baik, tetapi apabila tidak jumlah penduduk yang besar itu akan menambah bertanya beban pembangunan.
- Menurut penelitian, tampaknya ada korelasi antara jumlah penduduk yang berkewirausahaan dan tingkat kemakmuran suatu masyarakat. Negara yang maju memiliki wirausahawan lebih dari 6% jumlah penduduk, sedang jumlah wirausahawan Indonesia menurut penelitian tahun 1982 belum mencapai 0,5%.
- Telah terbukti tingkat kemajuan dan keterbelakangan suatu negara tidak terletak pada jumlah penduduk, kekayaan alam, luas wilayah, warna kulit atau suku bangsa, ataulamanya kemerdekaan yang telah dialami, tetapi adalah terletak pada kualitas manusianya.
- 2. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan
Dalam usaha untuk mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa dibutuhkan wirausaha-wirausaha yang tidak hanya berpendidikan dan berpengetahuan luas serta menguasai teknologi(Intelectual Quotion), namun juga perlu memiliki EQ(Emotional Quotion) dan SQ(Spiritual Qoution). Perguruan tinggi berperan serta dalam mensejahterakan bangsa, membangun ekonomi yang kini masih terpuruk.
Berdasarkan kondisi objektif masyarakat, khususnya Perguruan Tinggi (PT) sebagai penghasil sumberdaya manusia berkualitas, ternyata masih belum mampu menghasilkan lulusan yang siap untuk berusaha secara mandiri memulai usahanya sendiri dan bukan hanya menunggu “diberi pekerjaan” oleh industri. Hal ini di tandai dengan adanya:
- Angka penganguran lulusan PT yang cukup tinggi
- Kesulitan mencari kerja dengan masa tunggu yang cukup lama
- Over supplied lulusan secara kuantitas tetapi under supplied lulusan secara kualitas
- Perilaku jiwa kewirausaha lulusan masih rendah
- Relevansi lulusan dengan kebutuhan pasa kerja masih kurang
- Kecakapan hidup rendah ditandai dengan lemahnya komunikasi verbal dan memalui media tulis, lemahnya penguasaan bahasa asing dan lemahnya peggunaan teknologi informasi
- Kurang mampu bersaing dengan global
- Masih lemahnya jalinan kemitraan dengan dunia industri.
Wirausahawan, Betapa Langkanya Profesi Ini Di Indonesia. Wisudawan Lebih Senang Menjadi Pegawai Atau Pejabat
Sungguh menarik melihat kemauan pemerintah yang akan menyumbangkan 110 miliar untuk pendidikan kewirausahaan di tahun 2009. Dengan pendidikan kewirausaan tersebut diharapkan para lulusan perguruan tinggi dapat mencetak lapangan kerja bukannya mencari lapangan kerja, karena seperti yang kita ketahui pertumbuhan lapangan kerja yang tidak sesuai dengan jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia mengakibatkan sulit dan kerasnya mencari pekerjaan.
Banyak sekali para pemuda yang menenteng ijazahnya kesana kemari untuk mendapatkan pekerjaan. Tetapi sebaliknya tidak sedikit pula orang-orang yang sukses berwirausaha dengan pendidikan yang minimal, contohnya saja Adre Wongso yang mengaku Sekolah Dasar saja tidak tamat tetapi sekarang bisa menjadi motivator yang besar.
Lalu pertanyaannya, adakah yang salah dengan pendidikan di Indonesia? Bercermin dari kenyataan bahwa Pendidikan Formal baik itu di bangku sekolah maupun Perguruan Tinggi hanya mengajarkan pada penguasaan hard skills. Seorang datang ke kelas, guru menerangkan kemudian pulang dengan membawa segepok ilmu, itupun bagai mereka yang memahami tetapi di sisi lain kita masih kebingungan bagaimana mengaitkan segepok ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian menunjukkan, keberhasilan seseorang bukan ditentukan oleh kepandaian yang dipunyai, tetapi oleh factor lainnya yang sangat panting. Tingkat kecerdasan cuma menyumbang sekitar 20 – 30 persen keberhasilan, selebihnya ditentukan soft skills. Penelitian National Association Colleges and Employers (NACE) pada tahun 2005 menunjukkan hal itu, dimana pengguna tenaga kerja membutuhkan tenaga kerja berupa 82 persen soft skills dan 18 persen hard skills.
Soft skills, menurut Rektor Udinus Dr. Edy Noersasongko ada tiga karakter utama yang akan dibentuk melalui pendidikan soft skills ini. Yakni kerja keras (hardwork), kemandirian (independent), serta kerjasama (teamwork). Tiga karakter utama tersebut bisa dijabarkan menuju beberapa karakter turunan. Misalnya dari karakter kerja keras dikembangkan sikap persistent, risk taking serta energetic. Adapun sikap kemandirian melahirkan karakter responsive, percaya diri dan berinisiatif. Sikap-sikap tersebut, menurut Edy sangat dibutuhkan para calon wirausahawan.
Selaras dengan kemampuan soft skills alangkah lebih baiknya lagi apabila dibarengi dengan pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship) yang andal. Pendidikan kewirausahaan sangat perlu diajarkan sejak dari bangku Sekolah hingga Perguruan Tinggi untuk mencetak lulusan-lulusan yang produktif. Disamping pendidikan kewirausahaan seorang mahasiswa harus juga diberikan pelatihan semacam magang. Penggabungan antara teori dan praktek merupakan ilmu dan pengalaman yang tidak ternilai harganya.
Sebagai contohnya, dengan mendirikan gerai makanan, penjualan tiket, ataupun simpan pinjam. Disini para mahasiswa dapat bergantian untuk menjaga gerai tersebut selain itu setiap mahasiswa diberi motivasi semacam diberi target. Dengan begitu mereka akan merasakan bagaiamana dunia kerja yang lebih nyata, sebelum mereka mendapatkan gelar sarjana. Disinilah peran pemerintah, swasta dan dunia perbankan dalam turut serta memajukan pendidikan di Indonesia yang lebih berkualitas.
3. Pengembangan Budaya Kewirausahaan
Pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat. Banyak pendidik yang kurang memperhatikan penumbuhan sikap dan perilaku kewirausahaan sasaran didik, baik di sekolah-sekolah baik tingkat menengah maupun perguruan tinggi, maupun di pendidikan profesional. Orientasi mereka, pada umumnya hanya pada menyiapkan tenaga kerja. Dari lain, secara historis masyarakat kita memiliki sikap feodal yang diwarisi dari penjajah Belanda, ikut mewarnai orientasi pendidikan kita. Sebagian besar anggota masyarakat mengaharapkan output pendidikan sebagai pekerja, sebab dalam pandangan mereka bahwa pekerja (terutama pegawai negeri sipil) adalah priyayi yang memiliki status sosial cukup tinggi dan disegani oleh warga masyarakat.
Menurut data Direktorat Jendral Pemuda dan Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional dari 75.3 juta pemuda Indonesia, 6,6 persen yang lulus sarjana. Dari jumlah tersebut 82% nya bekerja pada instansi pemerintah maupun swasta, sementara hanya 18% yang berusaha sendiri atau menjadi wirausahawan. Padahal semakin banyak lulusan PT yang menjadi wirausahawan akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Kewirausahaan (berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi bangsa), misalnya Singapura, Malaysia dan Cina menjadi negara-negara yang pertumbuhan perekonomian sangat pesat karena menerapkan prinsip-prinsip entrepreneurship. Menyadari akan minimya sumber daya alam, pemerintah bersama dunia usaha sangat bergantung pada kemampuan berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
Melihat kondisi tersebut, maka perguruan tinggi sudah selayaknya mampu berperan aktif menyiapkan sumber daya manusia terdidik yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan baik lokal, regional maupun internasional. Maka diperlukan pendidikan berbasis kewirausahaan yaitu pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi kearah pembentukan kecakapan hidup (life skill) mahasiswanya melalui kurikulum yang terintegrasi. Pendidikan yang demikian berorientasi pada pembentukan jiwa kewirausahaan (enterpreneurship) yaitu jiwa keberanian dan kemauan menghadapi permasalahan hidup dan kehidupan secara wajar, berjiwa mandiri, tangguh dan berdaya saing, dan berjiwa kreatif untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Keterpaduan yang sinergik antara penguasaan ilmu dan teknologi (termasuk kejelian menerapkannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat), keahlian pemasaran (termasuk komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan), keuangan (financial cost) dan manajemen produksi akan meningkatkan penciptaan dan pertumbuhan wirausaha-wirausaha baru. Selama ini para akademisi, ilmuwan, perencana maupun peneliti Indonesia yang terlalu sedikit yang menaruh minat dalam bidang kewirausahaan, sehingga mengakibatkan sebagian besar dari hasil-hasil penelitian dan pengembangan hanya bernilai akademis saja dan hanya beberapa produk penelitian yang bisa dikomersialkan dan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pengembangan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi dilaksanakan untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan pada para mahasiswa dan juga staf pengajar serta diharapkan menjadi wahana pengintegrasian secara sinergi antara penguasaan sains dan teknologi dengan jiwa kewirausahaan. Tumbuh kembangnya budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi diharapkan bahwa hasil-hasil penelitian dan pengembangan selain bernilai akademis, juga mempunyai nilai tambah (added value) bagi kemandirian perekonomian daerah maupun nasional.. Demikian pula para lulusan Perguruan Tinggi tidak hanya berorientasi dan mampu menjadi pekerja saja, tapi juga berorientasi dan mampu bekerja mandiri, menciptakan usaha baru (start up company) dan mengelola perusahaan atau industri sendiri, yang tidak tertutup kemungkinannya menjadi industri atau perusahaan besar. Situasi ini akan membuka peluang lebih besar bagi terwujudnya Industrial Park yang telah sejak lama menjadi cita-cita di banyak Perguruan Tinggi. Dengan demikian hubungan sinergik antara pengembangan sains dan teknologi dengan penerapannya untuk kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang teknologi dan ekonomi akan terwujud dengan dukungan penuh Perguruan Tinggi.
Pengembangan konsep atau ide-ide yang didasarkan pada pengetahuan baru, metode-metode, desain produk dan produk-produk yang dihasilkan yang bisa dikomersiasisasikan melalui suatu wadah yang dinamakan inkubator bisnis. Jadi Inkubator bisnis merupakan suatu institusi atau tempat untuk menumbuhkembangkan usaha baru (start-up company) menjadi usaha kecil dan menengah (UKM) yang berdaya saing, tangguh dan mandiri. Jika usaha baru tersebut berbasis inovasi/teknologi maka inkubatornya disebut inkubator teknologi. Inkubator ini bertujuan untuk mengkomersialisasikan teknologi baru, transfer teknologi ke pasar atau mempercepat proses inovasi ke implementasi.
Contoh Pengembangan Budaya Kewirausahaan
Pengembangan kewirausahaan di lingkup UNM tidak terlepas dari penciptaan budaya kewirausahaan di civitas akademikanya. Sebagai lembaga pendidikan, UNM menerapkan penanaman pola pikir, sikap dan orientasi kewirausahaan melalui pendidikan dan pengembangan kurikulum serta aktivitas kemahasiswaan yang berbasis kewirausahaan.
Lebih lanjut, strategi agar program pendidikan kewirausahaan mahasiswa ini menjadi suatu program yang berkelanjutan, maka UPT Pusat Kewirausahaan UNM telah dan sedang mengembangkan unit-unit bisnis yang berbasis wirausaha. Unit-unit bisnis ini akan menjadi tempat praktek wirausaha bagi mahasiswa peserta program kewirausahaan di lingkup UNM.
Selain itu juga sangat disadari kelancaran dan efektivitas program pengembangan kewirausahaan tidak akan berjalan baik bila tidak didukung oleh pihak lain, baik instansi pemerintah, instansi, perbankan dan masyarakat. Oleh karena itu, UPT Pusat Kewirausahaan UNM senantiasa mengembangkan kerjasama yang saling mendukung dan berkesinambungan dengan pihak-pihak tersebut.
- Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
- Kurikulum Kewirausahaan
Kurikulum kewirausahaan secara luas dapat diaplikasikan dalam beberapa pendekatan, antara lain pembinaan lembaga kemahasiswaan berbasis kewirausahaan dan pengembangan prgram-program kewirausahaan pada mahasiswa yang mendukung terciptanya iklim kewirausahaan pada UNM. Secara khusus, konsep kewirausahaan dapat diterapkan pada mata kuliah kewirausahaan tertentu atau memasukkan konsep-konsep kewirausahaan pada mata kuliah-mata kuliah lainnya.
Konsep kurikulum kewirausahaan diharapkan lebih bersifat aplikatif yang kemudian mengarah kepada pembukaan wawasan, cara pandang, sikap dan pembentukan bibit-bibit wirausaha sejak mahasiswa. Workshop kurikulum kewirausahaan dan beberapa kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pusat Kewirausahaan diharapakan dapat menyelaraskan perspektif kewirausahaan khususnya di kalangan Universitas Negeri Makassar.
- Ekspo Produk UKM Kewirausahaan
- Klinik Bisnis Kewirausahaan
- Pelatihan Dosen Kewirausahaan
- DIKLAT, AWARD & Beasiswa Kewirausahaan
Contoh kewirausahaan yang telah lakukan adalah online shop
Online shop / perdagangan elektronik adalah penyebaran,pembelian,penjualan barang maupun jasa melalui sistem elktronik(internet)
Mengapa kami memilh online shop dikarenakan online shop saat ini lagi booming pada kalangan masyarakat yang sering menggunakan internet dan mempermudahkan kami dalam mengiklankan kepada calon pembeli selain itu juga online shop tidak membutuhkan biaya yang mahal dalam hal pemasaran. Online shop kami memanfaatkan media jejaring sosial (facebook) dan FJB kaskus. cara kerja dari online shop kami menggunakan asas saling percaya antara penjual dan pembeli. Jikalau dari pihak penjual atau pembeli kurang percaya kami menyediakan transaksi dengan rekber (ada barang ada uang ).
Target market yang kami pilih adalah para pengendara motor yang mana barang-barang yang kami tawarkan adalah yang dibutuhkan dalam berkendara seperti perangkat keamanan berkendara (helm, jaket, kaos tangan, sepatu, dll).
creatif brief ILM hiv
CREATIVE BRIEF
Creative strategy
Objective :
pacaran sehat dan stop sex di luar nikah
Market share :
Pelajar SMA dan Mahasiswa
Usp :
Kenali penyakitnya sebelum kamu mencobanya
Costumer benefit
Rational : -
Emotional : ajakan menghargai waktu
Media characterisctics : media elektronik (Radio dan Tv)
Strategis approach :
menggunakan strategi pendekatan dengan bahasa Yang komunikatif dan mudah dicerna oleh kalangan muda yang menjadi target
Advertising message :
menyampaikan pesan kepada khalayak bahwa HIV
& AIDS sangat berbahaya
Theme :
sehat tanpa HIV & aids
Concept :
Menginformasikan penyakit berbahaya yang diawali rasa coba-coba, ketagihan dan mati)
Copy element
Headline : sehat tanpa HIV & aids
Sub headline : -
Body copy : hiv & aids membuat hidup berantakan
Tagline : kenali penyakitnya sebelum mengobatinya
CONTOH
((Liburan akhir pekan))
naskah iklan radio
Suasana dikantin (suara sound efect)
4 orang sedang bercakap2
A : weekend ini kalian mau kemana?
B : gw paling baca buku
C : klo gw mau pergi nonton sama pacar
D : ah kalian ini, nikmati hidup donk
ABC : hah. Maksud lo??
D : iah tiap weekend masa ke mall, nonton atau liburan ketempat wisata,Emang lo pada engga pernah..***
ABC : ***********************
STOP
berani mencoba berani mati
Iklan layanan masyarakat ini di persembah kan oleh
Universitas Pembangunan “veteran” Yogyakarta Dan Ikatan Anti HIV & AIDS
CONTOH 2
(Berbeda – beda)
Suara pintu 1
A : hmm nikmatnya ci
Suara pintu 2
A : badan terasa segar kembali bi
Suara pintu 3
A : hari ini cukup puas ko
Suara pintu 4
A : hari ini sangat memuaskan cibiko
Suara pintu berulang2
A : oh tidakKKKKKKKKKKKKK
Stop berganti2 pasangan
Kenali penyakitnya sebelum kamu mencobanya
Iklan layanan masyarakat ini di persembah kan oleh
Universitas Pembangunan “veteran” Yogyakarta Dan Ikatan Anti HIV & AIDS
Project : Iklan layanan masyarakat (HIV &AIDS)
Deadline entry : 28 oktober 2011
Clien : ()__() ____ ()__()
Media : Elektronik (Tv dan Radio)
Deadline entry : 28 oktober 2011
Clien : ()__() ____ ()__()
Media : Elektronik (Tv dan Radio)
Creative strategy
Objective :
- Menginformasikan bahaya hiv&aids pada kalangan muda
- Mencegah berkembangnya virus di kalangan muda
pacaran sehat dan stop sex di luar nikah
Market share :
Pelajar SMA dan Mahasiswa
Usp :
Kenali penyakitnya sebelum kamu mencobanya
Costumer benefit
Rational : -
Emotional : ajakan menghargai waktu
Media characterisctics : media elektronik (Radio dan Tv)
Strategis approach :
menggunakan strategi pendekatan dengan bahasa Yang komunikatif dan mudah dicerna oleh kalangan muda yang menjadi target
Advertising message :
menyampaikan pesan kepada khalayak bahwa HIV
& AIDS sangat berbahaya
Theme :
sehat tanpa HIV & aids
Concept :
Menginformasikan penyakit berbahaya yang diawali rasa coba-coba, ketagihan dan mati)
Copy element
Headline : sehat tanpa HIV & aids
Sub headline : -
Body copy : hiv & aids membuat hidup berantakan
Tagline : kenali penyakitnya sebelum mengobatinya
CONTOH
((Liburan akhir pekan))
naskah iklan radio
Suasana dikantin (suara sound efect)
4 orang sedang bercakap2
A : weekend ini kalian mau kemana?
B : gw paling baca buku
C : klo gw mau pergi nonton sama pacar
D : ah kalian ini, nikmati hidup donk
ABC : hah. Maksud lo??
D : iah tiap weekend masa ke mall, nonton atau liburan ketempat wisata,Emang lo pada engga pernah..***
ABC : ***********************
STOP
berani mencoba berani mati
Iklan layanan masyarakat ini di persembah kan oleh
Universitas Pembangunan “veteran” Yogyakarta Dan Ikatan Anti HIV & AIDS
CONTOH 2
(Berbeda – beda)
Suara pintu 1
A : hmm nikmatnya ci
Suara pintu 2
A : badan terasa segar kembali bi
Suara pintu 3
A : hari ini cukup puas ko
Suara pintu 4
A : hari ini sangat memuaskan cibiko
Suara pintu berulang2
A : oh tidakKKKKKKKKKKKKK
Stop berganti2 pasangan
Kenali penyakitnya sebelum kamu mencobanya
Iklan layanan masyarakat ini di persembah kan oleh
Universitas Pembangunan “veteran” Yogyakarta Dan Ikatan Anti HIV & AIDS
Langganan:
Postingan (Atom)